Kuliah Online; Apakah Pendidikan semakin Efektif atau Delusif?

Ditulis oleh : Fachrezi Alfrian

Wabah Covid-19 telah bertahan dalam beberapa tahun ini dan membawa dampak besar kepada semua sektor yang ada. Sektor pariwisata, sektor industri, sektor pendidikan, dan masih banyak lagi yang bahkan tak terhitung apa saja sektor yang mengalami perubahan karena virus ini. Dengan ditulisnya essay ini kita juga merasakan bahwa kita telah hidup bersama virus covid-19 selama kurang lebih hampir 2 tahun. Kita telah dipaksa untuk beraktivitas di rumah dengan mengandalkan kegiatan secara virtual. Kegiatan yang dilakukan dengan virtual membawa kita untuk mengubah kebiasaan dari yang gagap teknologi menjadi melek teknologi karena keterpaksaan kondisi tersebut. Dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami perubahan secara signifikan dengan adanya kegiatan online, berawal dilakukan pembelajaran dengan tatap muka diganti dengan pembelajaran tatap layar laptop maupun handphone. Perubahan tersebut tidak memvirtualkan pembelajaran saja namun juga memvirtualkan segala hal yang berkaitan dengan non pembelajaran seperti kuliah umum, event mahasiswa, rapat, dan lain sebagainya. Kemampuan dosen dalam memberikan penjelasan yang mudah dipahami dan daya tangkap materi bagi mahasiswa juga diuji dalam pelaksanaan perkuliahan secara online. Pembelajaran dalam jarak jauh terkadang membawa mahasiswa menjadi mengeluh bosan dan jenuh karena metode pembelajaran bersifat monoton dan repetitif tanpa adanya kegiatan lain yang dapat mengubah kejenuhan dalam menangkap materi. Bahkan kebanyakan dari kita memiliki beban yang sangat berat seperti tugas dengan porsi yang lebih berat ketimbang waktu kuliah offline, memang benar harapan dosen memberikan tugas sebanyak itu agar mahasiswa dapat memahami materi dengan benar dan mampu memberikan peranan mahasiswa untuk aktif serta mandiri dalam kegiatan belajar mengajar, namun pada akhirnya kegiatan yang diharapkan menjadi positif tersebut menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa yang mendapatkan tugas yang berat tersebut. Dengan begitu apakah pembelajaran kuliah online sekarang ini sudah berjalan efektif? Atau hanya delusif semata saja? Oke mari kita simak penjelasan berikut ini.

Keefektifan Pembelajaran Virtual

Kebijakan pemerintah dalam melakukan pembatasan kegiatan secara offline dan dilakukannya pembelajaran secara daring membawa angin segar bagi beberapa mahasiswa, karena kita lebih bebas melakukan perkuliahan dengan rebahan dan memberikan kesan bahwa belajar dari rumah adalah liburan. Berada di rumah dengan belajar secara online dijadikan sebagai kebebasan yang telah dinanti- nanti oleh banyak mahasiswa, belajar dan kuliah memang terasa menyenangkan ketika dilakukan di rumah. Kebebasan belajar secara online pada akhirnya dijadikan sebagai tameng dalam menuntut ilmu. Banyak mahasiswa yang pada akhirnya sering menunda tugasnya karena banyaknya waktu untuk mengerjakan tugas. Penundaan dalam melakukan sesuatu akan menyebabkan proses pembelajaran jadi tidak efektif. Kemauan dari tiap orang untuk mengerjakan tugas lebih awal akan memberikan dampak positif yang dapat mengurangi beban pikiran. Beban pikiran berkurang akan memberikan efek domino kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan positif yang lain dan pada akhirnya akan memberikan efek yang akan membawa ke satu titik yaitu keefektifan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh pada awalnya mengalami banyak kendala salah satunya adalah akses dalam menggunakan video conference. Belum terbiasanya kita dengan transisi dari pembelajaran luring menjadi daring yang menyebabkan kita terlihat gaptek (gagap teknologi), fitur- fitur dalam pengoperasian penunjang kegiatan perkuliahan secara online juga mulai dipahami dari awal agar mahasiswa serta para dosen dapat memahami penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis online, penggunaan internet juga memiliki peranan penting karena untuk berhubungan satu sama lain. 

Akan tetapi, letak geografis tiap-tiap rumah mahasiswa berbeda dan menyebabkan kecepatan internet berbeda pula, mahasiswa yang terletak di kota pasti memiliki jaringan internet kencan ketimbang mahasiswa yang berada di pelosok. Kebutuhan untuk membeli paket internet dan pemasangan wifi sebagai penunjang terkadang mengalami kendala, banyak sekali mahasiswa yang keberatan untuk membeli paket internet untuk dapat terhubung ke dalam video conference perkuliahan. Bantuan kuota khusus memang sudah diterapkan dan telah dibagikan kepada mahasiswa, namun bantuan tersebut terkadang datang terlambat dan tidak terdistribusikan setiap bulan. Hal inilah yang menyebabkan mahasiswa bermodal lebih “banyak” untuk membeli kuota dan berharap kuota segera diberikan.

Sisi Positif dan Negatif Perkuliahan Online

Ekspektasi yang terlalu dibawa terbang tinggi terkadang tidak dapat memberikan kita realitas yang sesuai, ya benar kuliah online ternyata memberikan dampak negatif juga. Hal ini didukung dengan banyaknya mahasiswa yang masih mengeluh karena pembelajaran jarak jauh. Berikut merupakan dampak-dampak dari pembelajaran jarak jauh:

  • Sisi positif pembelajaran jarak jauh:
    • Mahasiswa tak perlu menggunakan kendaraan atau berjalan kaki untuk menuju kampus, hanya menggunakan handphone saja sudah cukup untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Pengurangan biaya transportasi serta biaya indekos menjadi hilang dan ini merupakan sisi baik dari pembelajaran online. Tak perlu kita untuk bersusah payah untuk mempersiapkan banyak hal sebelum mengikuti perkuliahan, hanya membuka handphone atau laptop kita bisa langsung mengikuti kegiatan pembelajaran.
    • Dari segi penjelasan perkuliahan secara online memberikan perubahan yang bagus. Kita dapat melihat ulang penjelasan dari dosen apabila kita tertinggal ketika perkuliahan berlangsung, cukup melihat video yang bisa diputar kembali kita bisa paham dengan penjelasan dari dosen. Namun topik ini membawa pro dan kontra. Untuk yang berpihak ke kontra, terkadang banyak mahasiswa lebih memilih untuk dijelaskan secara langsung tanpa adanya penghalang berupa layar. Pembelajaran secara langsung membawa kita lebih interaktif dalam berkomunikasi. Dosen pun bisa tahu secara langsung siapa saja mahasiswa yang fokus terhadap pembelajaran dengan mahasiswa yang tidak paham, bahkan dosen bisa tahu mana mahasiswa yang mengantuk karena penjelasan dari dosen. Dengan penggunaan zoom membuat dosen merasa kesulitan mengetahui mana saja mahasiswa yang tidak paham dengan materinya.
  • Sisi negatif pembelajaran jarak jauh:
    • Harus memiliki jaringan internet yang stabil agar tidak ketinggalan mengikuti perkuliahan jarak jauh. Permasalahan yang sering terjadi sekarang adalah mahasiswa sering sekali berkendala dengan sinyal. Untuk melakukan video conference kita memerlukan data yang banyak dan sinyal yang mumpuni, apabila kedua hal tersebut tidak dapat dipenuhi maka akan membuat kegiatan perkuliahan menjadi tidak efektif.
    • Individualisme semakin berkembang, banyak mahasiswa yang kurang dalam berinteraksinya karena terbiasa mengerjakan tugas sendiri, keterbatasan berkomunikasi karena layar dapat mengurangi intensitas interaksi mahasiswa. Sosialisasi kepada teman kelas secara virtual tidak dapat membawa ke dalam ikatan yang dalam, hanya sebatas mempertanyakan seputar kegiatan perkuliahan saja. Ketika membicarakan hal yang lain terkadang masih belum bisa dikarenakan masih belum dekat. Bermain secara langsung dengan teman sekelas juga tidak dapat terealisasikan.
    • Ada beberapa mata kuliah yang tidak bisa diajarkan secara online namun karena kebijakan dari kampus untuk melaksanakan kuliah secara online, maka matkul yang awalnya sama sekali tidak bisa dijalankan dengan daring menjadi bisa dengan mengalami perubahan-perubahan yang mendukung, seperti mata kuliah ilmu ukur tanah bagi mahasiswa prodi DIII PBB/Penilai di Politeknik Keuangan Negara STAN yang harusnya diajarkan secara langsung agar mahasiswa dapat memahami penggunaan alat-alat yang menunjang pengukuran tanah, contohnya adalah theodolite dan drone. Kondisi yang kurang efektif tersebut dikarenakan alatnya berada di kampus dan harganya mahal, oleh sebab itu mahasiswa tidak bisa melakukan pengukuran tanah secara langsung. Namun pada akhirnya kita dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan yang dimana mahasiswa melakukan praktik pengukuran tanah menggunakan tali rafia dan roll meter saja, memang terlihat kurang efektif namun hal tersebut harus dilakukan agar mahasiswa mengetahui bagaimana cara mengukur tanah secara langsung.

Dengan melihat hal tersebut, kita bisa memberikan kesimpulan bahwa perkuliahan secara online memiliki dampak negatif dan dampak positif. Dampak tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa perkuliahan online ini efektif atau tidak. Untuk efisiensi dalam perihal waktu dan ongkos untuk mengikuti perkuliahan memang akan berkurang, fleksibilitas pembelajaran juga semakin mudah. Akan tetapi ada trade off yang harus kita korbankan seperti sosialisasi kepada teman satu kelas tidak bisa intim, keperluan perangkat penunjang seperti laptop, handphone serta jaringan internet yang sesuai memerlukan biaya yang lumayan tinggi. Jadi pada akhirnya kita sendiri yang bisa memperkirakan apakah kuliah online ini efektif atau tidak, dengan memperhitungkan biaya yang diperlukan dan keuntungan dalam melakukan perkuliahan secara online. Apabila biaya yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh semakin banyak maka pembelajarannya tidak efektif, dan berlaku sebaliknya. Perlu diingat biaya yang diperhitungkan bukan biaya secara nominal saja, biaya seperti interaksi dengan teman, biaya ketika tidak nyaman di rumah karena banyak gangguan juga harus dimasukkan, biaya yang tak kasat mata dan tidak bisa diukur dengan mata uang harus masuk agar dapat memberikan penilaian yang baik. Oleh karena itu kita harus mampu memberikan kemampuan yang terbaik dalam menghadapi kegiatan secara virtual. Dampak positif harus kita terus kembangkan dan dampak negatif harus diubah menjadi sesuatu yang positif agar kegiatan pembelajaran jarak jauh menjadi efektif. Semoga pandemi akan cepat berlalu agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif lagi.

Daftar Pustaka

Harapani, A. (n.d.). PENGARUH KULIAH DARING SAAT PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEMAMPUAN MAHASISWA.Nyoman Serma Adi, N., Nyoman Oka, D., & Made Serma Wati, N. (2021). Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19. 5. https://doi.org/10.23887/jipp.v5i2

Tentang Penulis 

“Nama saya Dandi Engga Diputra dari prodi DIII PBB/Penilai”